Two of Us

June 22, 2008 - One Response

Akhir tahun 1970 persahabatan John Lennon dan Paul McCartney mengalami kehancuran. Kehadiran Yoko Ono dalam kehidupan John, adalah salah satu pemicu rusaknya persahabatan mereka berdua. The Beatles bubar pada tahun 1970. Setelah itu tidak pernah terlihat lagi hubungan yang manis antara John dan Paul. Mereka berdua malah terlihat saling menyerang lewat lirik-lirik lagu yang mereka buat. Lewat lagunya yang berjudul “How Do You Sleep” di album Imagine (1971), John secara terang-terangan menyerang Paul. Serangan dari John dibalas oleh Paul melalui lagunya “Too Many People” di Album RAM (1971).

Tahun 1976 - enam tahun setelah The Beatles bubar, John dan Paul bertemu kembali. Saat itu Paul dan kelompok musiknya “Wings” sedang melakukan tour ke New York. Paul menyambangi John di kediamannya, Dakota Building, Manhattan. Sungguh pertemuan yang tak terduga bagi kedua sahabat lama ini. Walau awal perbincangan begitu kaku dan dingin, bahkan amarah pun sempat hadir kala masa lalu diungkit kembali. Tapi akhirnya kedua sahabat ini dapat kembali akrab - tertawa bersama, saling mencurahkan isi hati dan menangis.

Film ”Two of Us” disutradarai oleh Michael Lindsay-Hogg, yang juga menyutradarai film terakhir The Beatles “Let It Be”. Akting Aidan Quinn (berperan sebagai Paul) dan Jared Harris (berperan sebagai John) bisa dibilang prima. Mereka berdua dapat menjiwai peran Paul dan John dengan sangat baik. Film ini mampu mengaduk emosi penonton. ”Two of Us” adalah film yang wajib ditonton, khususnya bagi pemerhati / penggemar The Beatles, karena belum banyak yang tahu seperti apakah hubungan John dan Paul setelah The Beatles bubar. Dan juga ini adalah pertemuan mereka yang terakhir - yang akan selalu terukir dalam sejarah.

Jebakan Ilusi

May 16, 2008 - One Response

aku terjebak oleh indahmu

terlena

tak ingin beranjak

tetapi mengapa indahmu hanya sekejap?

Membuatku jenuh

Hampa meradang

 

Secercah cahaya putih terang

Menyinari diriku

Menyadarkanku

Akan keindahan yang tak terbatas

Kebahagiaan yang hakiki

 

Jangkan biarkan aku berpaling dari Mu

Biarlah diri ini melebur dengan engkau wahai Sang Terang

Biarkan aku menari dengan diri Mu

Dalam keindahan yang tak terbatas

Abadi selamanya …….

The Beatles - A Long and Winding Road (sebuah film dokumenter)

March 3, 2008 - 2 Responses

longwindingroad.jpg

A Long and Winding Road, sebuah film dokumenter tentang sejarah terbentuknya The Beatles, bubarnya The Beatles sampai kematian John dan George. Dalam film dokumenter ini, bagian-bagian penting dalam sejarah The Beatles diceritakan langsung oleh orang-orang yang pernah terlibat langsung dengan para personil The Beatles, diantaranya Len Gary, salah satu personil dari The Quarrymen – band pertama yang dibentuk oleh John Lennon, Allan Williams - manajer pertama The Beatles, Alf Bicknell – supir pribadi The Beatles dan juga Julia Baird, adik tiri John Lennon. Lebih dari 40 orang diwawancarai dalam film dokumenter ini. Dari kerabat, teman, musisi, manajer, supir sampai sejarahwan The Beatles.

Melalui film dokumenter ” A Long and Winding Road”, segala hal ihwal tentang The Beatles diceritakan melalui kacamata orang-orang yang pernah dekat dengan mereka Misalnya saja komentar para narasumber tentang didepaknya Pete Best dari The Beatles. Ada yang beranggapan bahwa didepaknya Pete Best sebenarnya adalah karena masalah personal antara John, Paul Vs Pete Best, bukan karena permainannya yang buruk. Atau komentar Julia Baird (adik tiri John Lennon) mengenai pernyataan John bahwa The Beatles lebih populer dari Yesus sampai komentarnya mengenai bulan madu ”Bed Peace” John dan Yoko. ”I hate it !”, begitu ujar Julia.
Film dokumenter ini berdurasi sekitar 7 jam. Terdiri dari 5 episode. Termasuk bonus wawancara dengan para narasumber mengenai berbagai topik. Seperti kehomoseksualan Brian Epstein – manajer The Beatles, komentar tentang pernyataan John Lennon bahwa The Beatles lebih populer dari Yesus Kristus sampai pengalaman lucu yang dialami oleh Alf Bicknell (supir pribadi The Beatles) saat menemani Paul McCartney mengunjungi suatu bar di London dimana penyamaran Paul dengan kacamata, kumis palsu, dan topi bisa dibilang tidak berhasil. Seorang waitress bertanya pada Alf, ”Is that man happen to be Paul McCartney?” Mendengar ucapan dari waitress tersebut Paul bergegas memegang kumis palsunya – memeriksa kalau-kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan kumis palsunya tersebut dan setelah itu segera meninggalkan bar tersebut ……

A Long and Winding Road adalah tontonan wajib untuk para penggemar The Beatles, yang ingin tahu lebih banyak mengenai The Beatles dari kacamata orang-orang yang pernah hadir dan menjadi saksi bahkan menjadi bagian dari sejarah The Beatles.

Cinta

February 26, 2008 - No Responses

Hanya dengan menulis setiap pagi lah seseorang bisa menjadi penulis. Mereka yang tidak melakukan itu akan tetap menjadi amatir -  Gerald Brenan 

Kata “amatir” berasala dari bahasa Perancis yang berarti “seorang pecinta”. Tidak ada salahnya cinta menulis. Tetapi cinta saja tidak cukup.

Penulis adalah orang yang menulis. Mereka menulis ketika merasa tertekan; ketika gembira,; ketika jatuh cinta; ketika bersedih; ketika harus ke dokter gigi, dan ketika sedang tidak melakukan itu semua. Mereka menulis ketika pemerintah digulingkan dan sedang dibangun kembali. Mereka menulis karena mereka menulis.

            Hari libur adalah sesuatu yang berbahaya. Satu kali libur akan disusul libur-libur lainnya, dan tidak lama kemudian, rasa takut akan kembali menyelinap. Tidak ada yang lebih mudah untuk ditangguhkan selain menulis.

            Pemikiran yang ada di hari ini, ide yang siap mengalir hari ini, tidak akan bisa dituangkan esok hari. Yang akan tiba besok mungkin sama baiknya. Bahkan mungkin lebih baik. Tetapi, ide hari ini, sebgaimana yang akan terungkap di hari ini, barangkali sudah hilang.

            Waktu yang diluangkan untuk menulis tidak pernah sia-sia. Seandainya Anda hanyabisa meluangkan waktu selama dua puluh menit, dan hanya bissa menuliskan satu atau dua kalimat saja, Anda tetap melakukan sesuatu yang penting. Anda telah menuliskannya di hari ini.

            Aku akan menulis hari ini. Inilah kesempatanku untuk melakukan apa yang aku katakan ingin aku lakukan.

Vegemite, Makanan Yang Dibenci sekaligus Dicintai …

February 25, 2008 - No Responses

250px-vegemiteontoast_large.jpg

Adakah makanan yang begitu dicinta sekaligus dibenci banyak orang? Tentu ada.  Salah satunya buah durian. Buah ini begitu digemari banyak orang. Tetapi yang tidak menyukai buah berduri tajam ini pun tidak sedikit.  Bahkan dalam salah satu episode yang ditayangkan di acara reality show Fear Factor versi Amerika, buah durian menjadi salah satu menu yang harus disantap oleh para kontestannya karena buah tersebut dianggap makanan yang menjijikkan.  

Tahukah anda di Australia juga ada makanan yang mungkin keberadaannya bisa disetarakan dengan buah durian? Makanan ini begitu dicintai oleh mayoritas orang Australia, namun sekaligus dibenci banyak orang (termasuk para pelancong asing yang berkunjung ke Australia) karena rasanya yang dianggap aneh.  Nama makanan tersebut adalah Vegemite. Vegemite yan kerap disebut Vegie, adalah semacam pasta untuk olesan roti, berwarna cokelat tua (nyaris hitam), terbuat dari ekstrak yeast sisa pembuatan bir.  Sekilas seperti selai cokelat Nutella, tetapi teksturnya seperti selai kacang, agak padat.  Rasanya ? Sangat asin dan agak pahit.  Vegemite sangat populer di Australia dan New Zealand, bahkan menjadi ikon nasional Australia. Saking cintanya dengan Vegemite, orang Australia saat melancong ke luar negeri tidak pernah lupa membawa pasta yang terbuat dari ekstrak yeast ini dalam kopernya karena mereka khawatir tidak dapat menemukan Vegemite di negera-negara yang mereka kunjungi. Hal ini bisa dimaklumi karena Vegemite tidak pernah sukses dipasarkan di negara lain selain Australia dan  New Zealand.  

Sejak bayi anak-anak Australia sudah dibiasakan untuk mengkonsumsi Vegemite, karena kandungan vitamin B pada makanan ini sangat tinggi. Vegemite adalah santapan sehari-hari orang Australia, sembilan dari sepuluh keluarga Australia mengkonsumsi Vegemite.  Kalau anak-anak Amerika biasa membawa bekal sandwich selai kacang ke sekolah, maka anak-anak Australia biasa membawa bekal sandwich Vegemite ke sekolahnya. Untuk sarapan pagi orang Australia biasa menyantap Vegemite dengan cara mengoleskannya pada roti bakar,  atau pada roti sandwich yang dilapisi keju untuk makan siang.  Selain untuk olesan roti, Vegemite juga kerap digunakan sebagai bumbu untuk membuat sup dan saus.

Pengalaman mencicipi Vegemite untuk pertama kali dapat menjadi pengalaman yang tidak ingin diulang lagi oleh banyak orang. Hal ini dialami oleh DF (43 tahun), saat mengambil program MBA  di Brisbane, Queensland. Karena ia tahu bahwa Vegemite adalah makanan khas Australia, maka ia pun penasaran ingin mencicipinya. Pengalaman pertama mencicipi Vegemite, menjadi pengalamannya yang terakhir untuk menyentuh makanan yang lazim digunakan sebagai olesan roti tersebut.  Saya sama sekali tidak doyan”, begitu komentarnya.  Memang, tak sedikit yang berkomentar bahwa Vegemite adalah makanan yang rasanya sangat tidak enak. Bahkan, di sebuah blog seseorang berkebangsaan Amerika berkomentar, ”Sebagai orang Amerika yang tinggal di Australia, saya pikir untuk dapat menyukai Vegemite seseorang harus memiliki gen orang Australia. Makanan ini sama sekali tidak enak”.  Tetapi banyak juga yang pada awalnya tidak bisa menikmati Vegemite,  akhirnya bisa menikmati pasta berwarna cokelat tua ini, bahkan sampai ketagihan ! Hal ini dialami oleh DS (25 tahun) : ”Pertama kali mencicipi Vegemite, saya sampai mau muntah. Dari baunya saja sudah tidak kuat. Lama-lama penasaran kenapa teman-teman di high school bisa menikmati Vegemite.  Akhirnya begitu dapat menemukan ’enaknya’ dimana , saya malah  jadi ketagihan”.  Pengalaman serupa juga dialami oleh oleh EB (60 tahun) seorang dosen di sebuah universitas negeri ternama di Jakarta. Pertama kali mencicipi roti bakar Vegemite yang dibuat oleh puterinya ia berkomentar, ”Kok ada ya makanan yang rasanya kayak gini?”.  Setiap kali puterinya membuat roti Vegemite ia selalu menyumpah-serapahi makanan khas negara kangguru tersebut. Sampai suatu hari – 6 tahun kemudian – puteri EB, yang memang pecinta Vegemite meminta EB untuk mencicipi roti goreng Vegemite buatannya dan ternyata kali ini ia bisa menikmatinya. Belakangan EB malah menjadi ketagihan menyantap roti berlapis Vegemite.  EB sekarang memiliki semboyan, ”Tiada hari tanpa Vegemite”.

Lantas bagaimana seseorang yang pada awalnya tidak menyukai Vegemite  akhirnya bisa menikmati pasta ini? Mengoleskan pasta yang beraroma seperti kaldu sapi ini memang tidak seperti mengoleskan selai cokelat pada roti. Vegemite dioleskan setipis mungkin pada roti. Tidak perlu tebal-tebal dan merata, karena pasta ini  sangat asin dan menurut pendapat saya pribadi rasaya menyerupai terasi dan juga maggie block (kaldu sapi instan).  Kalau anda pernah mencicipi terasi atau maggie block, tentunya sekarang anda bisa membayangkan kira-kira seperti apa rasa Vegemite.  Yah, rasanya memang sangat ’kuat’ (tak heran pasta ini  seringkali digunakan sebagai bumbu untuk membuat sup). Dengan komposisi yang tepat, makanan yang ’dihujat’ banyak orang ini bisa menjadi teramat nikmat. Olesan Vegemite yang terlalu tebal di roti bagi banyak orang dapat menghilangkan kenikmatan menyantap Vegemite.  ARN (35 tahun) menceritakan pengalamannya pertama kali bersentuhan dengan Vegemite semasa kuliah di Australia.  Suatu hari teman satu flatnya meminta tolong ARN untuk membuatkan roti yang diolesi Vegemite.  ARN pun mengoleskan Vegemite ke roti  layaknya mengoleskan selai kacang atau selai cokelat. Teman ARN tersebut kontan sampai berteriak-teriak saat mencicipi roti Vegemite buatannya tersebut. ”Saya langsung mendapatkan kursus-kilat bagaimana mengoleskan  Vegemite pada roti dengan benar”,  ujar ARN.  

Vegemite dapat dinikmati dengan roti, biskuit, dan seringkali digunakan sebagai bumbu untuk memasak, misalnya saja untuk membuat sup atau sebagai bumbu tambahan untuk membuat saus.   Bahkan ada juga orang Australia yang menyantap Vegemite dengan cara yang agak unik …… digado begitu saja dengan batang seledri !!! Tapi mungkin cara yang terakhir ’terlalu ekstrim’ untuk dapat diterima oleh lidah orang Indonesia bahkan di lidah orang pada umumnya.   Cara yang paling populer untuk menyajikan Vegie adalah dengan roti bakar.  Roti diolesi mentega dan selanjutnya dilapisi Vegemite setipis mungkin. Sebagai variasi bisa ditambahkan buah alpukat sesuai selera. Variasi lain bisa ditambahkan sliced cheese dan tomat. Setelah itu dipanggang sampai  keju nya meleleh.  Vegemite juga nikmat dioleskan pada roti tawar yang digoreng dengan mentega.  Selain buah alpukat dan keju, telur mata sapi yang sudah dibubuhi merica  adalah  paduan yang  pas untuk menyantap Vegemite. Cara lain yang lebih praktis, roti tidak perlu di bakar atau di panggang. Roti tawar diolesi margarine dan (tentu saja) Vegemite.  Setelah itu tambahkan keju cheddar dan daun selada.    

Penasaran ingin mencoba Vegemite ?  Beberapa pasar swalayan di Jakarta  juga menjual makanan khas negara kangguru ini. Tersedia dalam 3 ukuran: 235 gram, 115 gram dan 145 gram.   Bersiap-siaplah untuk membenci atau jatuh cinta kepada Vegie …..  (Paramita Damayanti )

Bakat

February 25, 2008 - No Responses

Semua orang memiliki bakat. Yang jarang dijumpai adalah keberanian untuk mengikuti bakat itu ke tempat gelap yang dilaluinya. Erica Jong

Menulis bisa terasa seperti berjalan di awang-awang. Sebagian kita hanya bisa menulis dengan cara seperti itu. Kerangka karangan yang dipikir matang-matang, resep langkah-demi-langkah untuk membuahkan karya yang sukses tidak cocok untuk kita. Jika kita mencoba mengikuti jalur yang telah terpetakan dengan baik itu, kita justru menemui kebuntuan.

Kita adalah para penulis yang mengawali setiap hari dengan berjalan menuruni tebing, sambil berwaspada kalau-kalau ada buaya di bawah sana.

Namun demikian, kita terus menulis; dan tak jarang kita mennyukai apa yang kita tulis. Tempat gelap menjadi tidak terlalu gelap ketika kita tiba di sana. Hanya perjalanan ke sanalah yang menakutkan.

Kita muncul lagi di tempat terang dengan membawa sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang layak untuk dibagi.

Bergabunglah bersama kami untuk mengambil jalan yang remang-remang, jalan berliku menuju ke tempat asing itu.

Lihat apa yang Anda bawa pulang.

Hari ini,  aku akan tumbuhkan keberanian untuk mengikuti kemana pun tulisanku akan menuntunku. Aku tidak akan menghakimi saat aku menulis. Aku hanya akan menulis, dan menulis sejujur mungkin.